Published on November 4th, 2025

MSCI Rebalancing: Momentum atau Resiko bagi Investor Retail?

Baru-baru ini, wacana perubahan metodologi MSCI mengenai perhitungan free float telah memicu kepanikan di pasar modal Indonesia, yang berujung pada koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kekhawatiran akan terjadinya aksi jual masif oleh investor institusional global (ETF, Index Fund, etc) yang menggunakan MSCI sebagai indeks acuan telah memicu kepanikan di pasar modal. Reaksi pasar yang begitu hebat terhadap sebuah wacana ini tentu menimbulkan pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya MSCI itu, dan mengapa keputusan dari sebuah lembaga penyedia indeks memiliki pengaruh yang begitu besar hingga mampu mengguncang pasar modal sebuah negara? 

Apa itu MSCI dan seberapa penting MSCI di Pasar Modal Indonesia? 

MSCI (Morgan Stanley Capital International) adalah sebuah lembaga penyedia indeks saham global yang mengklasifikasikan dan menyusun daftar emiten pilihan dari berbagai negara di seluruh dunia. Indeks ini menjadi salah satu penggerak utama IHSG karena posisinya sebagai acuan (benchmark) portofolio investasi utama yang dipercaya oleh sebagian besar investor institusional maupun ETF (Exchange-Traded Fund) berskala global1. Mengingat porsi kepemilikan investor asing di pasar modal Indonesia masih cukup signifikan, maka setiap perubahan yang dilakukan oleh MSCI, terutama pada saat dilakukannya index rebalancing2 tentu akan berdampak secara langsung terhadap keputusan investasi investor asing di Indonesia, yang pada gilirannya akan berdampak secara signifikan pada pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Figure 1: Komposisi Kepemilikan Investor Asing vs. Domestik (2024 – Sept 2025)

Grafik menunjukkan bahwa kepemilikan investor asing (area biru) secara konsisten berada kurang lebih di kisaran angka 40% dari total kapitalisasi pasar. Angka yang substansial ini menjelaskan mengapa arus dana yang dikelola oleh institusi asing memiliki dampak sistemik terhadap pasar modal Indonesia. 

Source: KSEI 

Figure 2: Volatilitas Arus Dana Asing Bersih (Net Foreign Purchase) Harian (YTD – Sept 2025, dalam Miliar IDR). 

Grafik ini memvisualisasikan besarnya aksi beli (bar positif) dan aksi jual (bar negatif) harian oleh investor asing. Puncak dan lembah yang tajam menunjukkan “aksi jual masif” atau “aksi beli masif” yang seringkali dipicu oleh sentimen global atau rebalancing indeks. 

Source: IDX 

Apabila melihat betapa besarnya pengaruh Indeks MSCI terhadap dinamika pasar modal di Indonesia, tentu saja hal ini tidak hanya berdampak pada investor global, tetapi juga berpengaruh secara langsung terhadap strategi investasi para investor retail domestik. Investor retail kini memahami bahwa pengumuman rebalancing MSCI bukan hanya sebuah berita semata, tetapi sebuah sinyal kuat akan adanya aliran dana asing yang berpotensi masuk atau keluar dari berbagai investor institusi berskala global yang meniru portofolionya berdasarkan komposisi MSCI3. Index Rebalancing yang dilakukan oleh MSCI diumumkan secara berkala empat kali dalam setahun, yakni pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November4. Ketika pengumuman rebalancing dikeluarkan oleh MSCi, hal ini menimbulkan apa yang disebut “MSCI Effect”, dimana emiten yang berhasil masuk ke dalam MSCI cenderung mengalami kenaikan harga dan emiten yang didepak dari MSCI akan mengalami penurunan harga. Berdasarkan fenomena ini, banyak investor kemudian mengadopsi strategi, baik secara antisipatif (sebelum pengumuman) maupun reaktif (setelah pengumuman), untuk memanfaatkan momentum pergerakan harga yang dipicu oleh keputusan tersebut.

Figure 3: Persentase Aktivitas Perdagangan Harian Asing (YTD – Sept 2025).

Selain kepemilikan dan arus dana bersih, aktivitas perdagangan harian investor asing (ditunjukkan oleh garis) juga sangat fluktuatif dan seringkali mendominasi volume perdagangan bursa. Puncak-puncak aktivitas ini seringkali bertepatan dengan momen rebalancing atau rilis data ekonomi penting. 

Source: IDX 

Daftar Pustaka

Fiorillo, P., Meles, A., Pellegrino, L. R., & Verdoliva, V. (2023, January 3). Geopolitical risk and stock liquidity. 8. https://doi.org/10.1016/j.frl.2023.103687 

Humairo, A., & Panuntun, B. (2023, January 25). Perilaku Overconfidence, Loss Aversion, dan Herding Bias dalam Pengambilan Keputusan Investasi Pasar Modal pada Generasi Z. 1(6), 213-226. 

Kartini, & Nugraha, N. F. (2015, Mei). Pengaruh Illusions of Control, Overconfidence dan Emotion Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Pada Investor di Yogyakarta. 4(2), 115-123. 

Novwedayaningayu, H. C., & Saputri, C. K. (2020, Juli 15). Peran Bias Availability dan Bias Representativeness Dalam Keputusan Investasi. 2(1), 25-31. 

Putri, M. A. (2021, October 23). Pengaruh Overconfidence, Loss Aversion, dan Herding Terhadap Keputusan Investasi Emas Era Tahun Pertama Pandemi Covid-19. Pengaruh Overconfidence, Loss Aversion, Dan Herding Terhadap Keputusan Investasi Emas Era Tahun Pertama Pandemi Covid-19

Rahawarin, F. R. (2023, February 24). The Effect of Loss Aversion Bias and Regret Aversion Bias on Financial Decisions with Financial Literacy as an Intervening Variable. 3(1), 24-37. 10.47153/afs31.5512023 

Rahayu, A. D., Putra, A., Oktaverina, C., & Ningtyas, R. A. (2019, November). Analisis Faktor Faktor Determinan dan Perilaku Herding di Pasar Saham. IMAGE, 8(2), 45-59. 

Regret Aversion Bias dan Risk Tolerance Investor Muda Jakarta dan Surabaya. (2008, September). Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 10(2), 163-168. https://doi.org/10.9744/jmk.10.2.pp.%20163-168 

Setiawan, Y. C., Atahau, A. D. R., & Robiyanto. (2018, Agustus 16). Cognitive Dissonance Bias, Overconfidence Bias dan Herding Bias dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham. AFRE (Accounting and Financial Review). http://dx.doi.org/10.26905/afr.v1i1.1745 

Tan, Cavlak, Cebeci, & Güneş. (2022). The Impact of Geopolitical Risk on Corporate Investment: Evidence from Turkish Firms. Indonesian Capital Market Review, 14(1), 16-32. https://doi.org/10.21002/icmr.v14i1.1138 

Umairoh, P. (2012, Desember 12). Cognitive Bias dan Emotional Bias dalam Pengambilan Keputusan Investasi Portofolio. 

Yilmazkuday, H. (2024, June). Geopolitical risk and stock prices. European Journal of Political Economy. https://doi.org/10.1016/j.ejpoleco.2024.102553

Written by:

Investment Studies Division

Ahmad Faiz Ali

ahmad.faiz31@ui.ac.id

Kenneth Hendra

kenneth.hendra@ui.ac.id

Published by:

Technology and Infrastructure Division

Abbygayle Callista Early Manullang

abbygayle.callista@ui.ac.id